Gusi Berdarah, Jangan Disepelekan!

Jan 22, 2024 | Blog

Pernahkah Sahabat merasakan gusi berdarah setelah menggosok gigi? Pikiran pertama yang terlintas mungkin, “apakah ada kesalahan yang terjadi saat menyikat gigi sehingga gusi mengeluarkan darah?“

Hmm..ternyata tidak mesti karena tehnik menyikat gigi yang salah. Tehnik penyikatan gigi yang salah memang dapat menyebabkan gusi berdarah juga, namun ini bukan satu-satunya penyebab gusi berdarah. Dalam artikel kali ini, Grand8 Dental Care coba membahas mengenai gusi berdarah ini, karena masalah ini termasuk yang sering kita alami.

Baca Juga : Mengenal Bruxism Secara Mendalam

Gusi Berdarah Salah Satu Tanda Gingivitis

Gusi berdarah adalah salah satu tanda dari Gingivitis. Gingivitis sendiri artinya adalah peradangan yang terjadi pada gingiva (gusi). Gingivitis adalah tahap paling ringan dari penyakit periodontal, yang disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi yang tidak terbersihkan dengan baik hingga mengeras membentuk karang gigi dan pada akhirnya menimbulkan peradangan.

Gejala yang Terjadi pada Gingivitis

Di tahap awal, gingivitis bisa jadi tidak disadari karena belum memunculkan gejala. Biasanya baru disadari ada masalah ketika tampak gusi yang bengkak, sakit, memerah, bau mulut yang tidak sedap dan mengeluarkan darah saat menyikat gigi.

Perjalanan dari Sisa Makanan Hingga Gingivitis

Dari plak pada gigi hingga menjadi Gingivitis membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Semua diawali oleh sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan benar sehingga menjadi plak yang menempel pada permukaan gigi. Kemudian plak yang menumpuk terus-terusan dan jarang dibersihkan akan mengeras dan membentuk massa yang disebut karang gigi.

Pada karang gigi ini terdapat banyak bakteri yang mengeluarkan toksinnya dan merusak jaringan penyangga di bawah gigi yaitu gusi dan tulang penyangga gigi. Pada tahap Gingivitis, kerusakan masih terjadi di gusi. Bakteri-bakteri inilah yang menyebabkan infeksi pada gusi hingga gusi meradang dengan gejala gusi menjadi memerah, lebih lunak dan mudah berdarah.

Apakah Berhenti Sampai di Gingivitis?

Kondisi Gingivitis yang didiamkan tidak lantas berhenti di kondisi gusi yang meradang dengan segala tanda dan gejalanya ya. Gingivitis yang didiamkan akan berlanjut ke tahap yang lebih parah yaitu Periodontitis yang mulai menyerang tulang penyangga.

Ketika menyerang tulang penyangga gigi, maka lama kelamaan tulang yang menyangga gigi ini juga akan mengalami kehancuran hingga tidak mampu lagi menahan gigi untuk tetap tertanam di dalam tulang. Gigi pun akan goyang dan lama kelamaan akan lepas karena tidak ada lagi tulang yang mampu menahannya untuk tetap kokoh tertanam di tulang.

Kondisi terparah yang mungkin terjadi adalah penjalaran infeksi dari gusi ke organ vital tubuh seperti jantung dan paru-paru. Bakteri yang menjalar terus ke bawah ini dapat menimbulkan infeksi di mana-mana.

Baca Juga : Permen Karet Xylitol: Menjaga Senyum Ceria Tanpa Risiko Gigi Berlubang

Penanganan Gingivitis

Lalu apa yang dilakukan dokter gigi untuk menangani Gingivitis ini?

Pertama kali yang dilakukan dokter gigi adalah membersihkan karang gigi (scaling). Biasanya pada tahap ini terdapat tumpukan karang gigi yang banyak di mulut pasien. Saat discaling biasanya akan mengeluarkan banyak darah.

Setelah selesai dilakukan scaling, dokter gigi akan melakukan evaluasi setelah dua minggu. Selama masa evaluasi, pasien akan diingatkan untuk lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya. Sikat gigi dan flossing secara teratur, dan juga diberi obat kumur yang akan membantu meredakan peradangan gusinya. Jika semua prosedur kebersihan yang disarankan dokter gigi dilakukan oleh pasien,  biasanya gusi tidak lagi berdarah dalam kurun waktu satu minggu, dan Gingivitis akan sembuh dalam kurun waktu dua minggu.

Tips Pencegahan Gingivitis

Setelah kita lebih memahami penyebab, perjalanan penyakit hingga akibat yang ditimbulkannya, pencegahan adalah tindakan terbaik yang sebaiknya kita lakukan. Berikut adalah tips pencegahan gingivitis yang Grand8 berikan untuk Sahabat semua:

  • Rutin menyikat gigi 3 kali sehari terutama saat sebelum tidur malam.
  • Rutin melakukan flossing untuk membersihkan plak yang terdapat di sela-sela gigi.
  • Rutin berkumur dengan obat kumur yang tidak membuat iritasi.
  • Rutin datang ke dokter gigi untuk pemeriksaan 6 bulanan.

Sebenarnya apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah gingivitis ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Semua hanya kegiatan rutin harian menjaga kesehatan gigi dan mulut secara umum saja. Namun dalam menjalaninya membutuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sehingga menimbulkan kedisiplinan dalam melakukannya.

Untuk kunjungan rutin ke dokter gigi, Sahabat bisa datang ke Grand8 Dental Care Bekasi di Grand Metropolitan Mall Bekasi. Silakan kontak admin kami untuk informasi dan reservasi dokter gigi, sehingga kalian tidak perlu mengantri. Grand8 Dental Care siap memberikan service terbaik untuk Sahabat semua. Salam sehat!

Baca Juga :